SEJARAH KAMPUNG

Sejarah Singkat Kampung Bukit Mulie



Pada tahun 1956, daerah lereng gunung Gereudong ini masih dipenuhi dengan hutan belantara. Pada waktu itu dari karyawan Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) mempunyai pemikiran untuk membuka hutan ini menjadi lahan perkebunan kopi. Semakin banyaknya karyawan yang membuka lahan di hutan ini, maka semakin berkurang kawasan hutan yang ada dan semakin banyak lahan-lahan perkebunan untuk dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan.



            Kemudian sekitar tahun 1960, karyawan PPN yang tinggal di daerah ini bermusyawarah untuk membentuk daerah ini menjadi satu kelurahan. Dan dari hasil mufakat terbentuklah daerah ini menjadi kelurahan dan diberi nama kelurahan Balo’an, dengan lurah pertamanya Bapak Wiro Karyo.



            Pada tahun 1963, dari beberapa tokoh masyarakat pernah merubah nama kelurahan Balo’an ini menjadi nama Sri Agung, namun nama tersebut kurang serasi / kurang cocok di masyarakat. Maka oleh musyawarah masyarakat setempat, nama kelurahan Sri Agung dirubah kembali menjadi kelurahan Balo’an.



            Pada tahun 1965, dengan dibentuknya beberapa kelurahan menjadi satu desa, yaitu desa Suka Damai, maka kelurahan Balo’an ini dirubah setatusnya menjadi dusun III dari desa Suka Damai. Dengan kepala dusun pertamanya Bapak Yatimin.



            Kemudian sekitar tahun 2000, masyarakat beserta tokoh-tokoh dari dusun III Balo’an ini meminta kepada pemerintah setempat untuk pemekaran desa, mandiri dari desa Suka Damai. Ini dikarenakan populasi jumlah penduduk yang semakin meningkat. Dan dari hasil musyawarah tokoh-tokoh masyarakat, kampung persiapan ini diberi nama kampung Bukit Mulie. yang menjabat sebagai kepala kampung persiapan yaitu Bapak Ngatman (2000-2005). Dan terdiri dari tiga dusun, yang masing-masing diberi nama dusun I Rata Lindung, dusun II Lah Lindung, dan dusun III Bur Lindung. Namun karena ketidak serasian nama dusun-dusun tersebut di masyarakat, maka pada tahun 2003 masing-masing dusun dinamai kembali dengan nama dusun I, dusun II, dan dusun III Balo’an.



            Pada Juli 2005, diadakan pemilihan secara demokrasi dan terpilihlah Bapak Sumadi KS sebagai kepala kampung (2005-2010). Dan pada tahun 2006 barulah status kampung persiapa Bukit Mulie didevenitifkan.



            Luas wilayah kampung Bukit Mulie ± 412 Ha, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :




  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kampung Pantan Pediangan

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kampung Sumber Jaya

  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kampung Suka Damai dan Mekar Ayu

  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kampung Lampahan



Dan jumlah penduduk kampung Bukit Mulie per tahun 2018 sebanyak 1002 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 302 KK.